Pria itu adalah orang suruhan Arka yang diminta untuk memperkosanya. Arini langsung mencengkeram kerah kemeja yang dikenakan orang tersebut. “Kamu ... orang udah merkosa aku, kan?” Kemeja biru tua yang dikenakan pria itu kusut dalam cengkeraman keras Arini. Mereka beradu tatap. Dari jarak sedekat ini, pria itu dapat melihat bagaimana mata Arini yang memerah menahan amarah dan sedih. Pria itu menggeleng. Wajah lusuhnya mulai memucat. Ia tidak paham apa-apa. “A-apa maksudnya, Mba? Saya nggak pernah melakukan itu pada siapa pun.” “Jangan pura-pura nggak tau, deh!” Suara Arini meninggi. Ia menarik semakin keras kerah kemeja. Membuat suara hentakan kain terdengar jelas. Tangan pria itu menangkup cengkeraman Arini, menahan Si Perempuan supaya tidak melakukan yang lebih lagi. Arini meny

