Bab 128

2312 Kata

Arini membisu. Bibirnya terasa kelu untuk sekadar menyusun satu kalimat penolakan. Dadanya naik turun, menahan sesak yang terus menghimpitnya tanpa ampun. Kepalanya makin berat saat terus memikirkan persyaratan yang diajukan Arka. Melakukannya di sini dan di depan Angga serta kedua orang tuanya adalah sebuah kemustahilan. Tidak ada sedikit pun keberanian yang terlintas dalam dirinya untuk menghadapi situasi sehina itu. Ia tahu seberapa besar perasaan Angga terhadapnya. Selama ini pria itu selalu berada di sisinya. Menjaga dan melindunginya tanpa meminta balasan apa pun. Jika pria tersebut sampai melihat semua adegan intimnya di sini, Arini tidak bisa membayangkan akan sehancur apa perasaan Angga. Luka itu mungkin akan membekas seumur hidup. Dan aArini tidak bisa memaafkan diri sendiri.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN