Bab 164

2705 Kata

Arka refleks hendak berdiri dari kursinya. Rahangnya mengeras ketika melihat Reno tertawa bersama Anita, sedangkam istrinya tampak begitu nyaman berada di samping pria lain itu. Ada dorongan kuat di dalam dirinya untuk menghampiri meja tersebut saat itu juga, menarik Anita pulang, dan mengakhiri pemandangan yang membuat dadanya terasa panas. Namun, sebelum niat itu terlaksana, sebuah sentuhan lembut menghentikannya. Arini lebih dulu menggenggam jemari Arka yang berada di atas meja. Genggamannya tidak kuat, tetapi cukup untuk membuat pria itu menoleh. Perempuan tersebut menggeleng pelan sambil menatapnya penuh harap. Ada ketenangan yang justru tidak dimiliki Arka saat ini. “Jangan, Mas.” Arini menggeleng pelan, tetapi sorot matanya penuh harap. Sejenak, Arka berusaha menerjemahkan mak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN