Kedua tangan Arini melingkar di leher Arka. Untuk beberapa saat, ia membiarkan dirinya tenggelam dalam kedekatan yang selama ini selalu gagal ia hindari. Arka terus melumat bibir Arini. Memagutnya dalam. Menyesap ujung lidah sang istri dan sesekali menggigitnya pelan. Ia mengangkat tubuh sang istri, mempertahankannya dalam gendongan tanpa melepas penyatuan bibirnya. Pria tersebut membawa Arini ke atas meja pantry. Posisi tubuh sang istri kini duduk di atas papan tersebut, sementara Arka berdiri di hadapannya. Kedua tangan pria itu menahan pinggang ramping Arini, seolah takut perempuan tersebut kembali menjauh. “Mashhh ....” Desahan itu keluar ketika Arka menenggelamkan wajahnya ke ceruk leher Arini. Ia menyesapnya dalam dan meninggalkan bekas merah di kulit putih istrinya. “Mas!”

