Bab 84

2689 Kata

"Lanjutkan pekerjaan kamu." Perintah tegas itu membuat Restu langsung mengangguk. Ia merasa segan ketika harus berhadapan dengan Arka. Wajah majikannya datar. Tatapannya dingin. Suara basnya terdengar berat. "Baik, Tuan." Restu mundur beberapa labgkah. Sesampainya di ambang pintu belakang, badannya baru berbalik. Ia meninggalkan ruang tersebut dengan perasaan khawatir yang membuncah. Lelaki tersebut belum bertanggung jawab atas perbuatannya dengan Arini, tetapi Arka sudah lebih dulu datang. Lagi-lagi ia hanya merutuki kebodohannya sendiri karena tindakan cerobohnya membuat Arini terluka. Sementara itu, Arka langsung menyesap darah yang masih keluar di jari telunjuk Arini. Ia meludah ke wastafel ketika darah itu terasa asin di lidah. Tangan Arini ditarik. Gerakannya sedikit memaks

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN