Part 13

1378 Kata

Di sebuah kafe yang tak jauh dari hotel, kami sudah duduk di salah satu sudut ruangan. Ada dua botol bir ukuran sedang, beberapa makanan, dan suara musik yang cukup keras. Aku menikmati suasananya. Home band dari kafe tersebut memainkan deretan lagu rock dari 80an sampai 90an. Aku dan Tiwi masih fokus pada makanan masing-masing. Kami sama-sama lapar sepertinya. "Makanannya lumayan ya Mas," Tiwi membuka pembicaraan dengan basa-basi yang cukup basi. "Lebih enak sih dari makanan di kantin kantor," kutimpali dengan bercanda tentunya "Ya iya lah. Tak cubit lo kamu," Ia mulai melancarkan serangan. "Eits. Jangan disitu dong nyubitnya," rasa-rasanya aku makin lihai dalan dunia per-sepikan. "Trus?" Ia menantang "Nih!" kutunjuk hidungku, aku belum berani bermain lebih jauh Tanpa diduga, Ia me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN