"Gini. Kamu harus bisa dapat minum gratis, apapun itu, yang penting jangan es teh sama es jeruk deh, dari salah satu pria yang ada disini. Siapapun boleh," kini aku yang tertawa. Sambil menggerutu, Tiwi mulai menjalankan tantangannya. Ia menghampiri seorang laki-laki yang terlihat cukup berumur dan sedang duduk sendiri. Dengan sok akrab dan sedikit menggoda, 10 menit kemudian, ia kembali ke arahku dengan membawa segelas cocktail. s**t. Dia berhasil juga. Kusambut Ia dengan tepuk tangan dan isyarat pelukan. Dan ia menyambutnya. Kami berpelukan. Kalau begini sih tinggal main cantik saja. Suit ketiga. Keempat. Kelima. Keenam. Dan ketujuh akhirnya kami lelah dan merasa tantangan sudah habis. Tiwi menang empat kali dan aku sisanya. Ia pemenang. Tak apa, yang penting kami bahagia. "Asyik jug

