NDS~33

1363 Kata

“Kenapa jadi ke mall, sik?” Nada melempar protes ketika baru membuka helmnya. Bahkan, ia sudah mulai mengomel ketika Sastra membelokkan motor maticnya memasuki gedung pusat perbelanjaan. Sebenarnya, Nada sudah mulai curiga, ketika mereka melewati supermarket yang jaraknya tidak jauh dari komplek perumahannya. Akan tetapi, saat Nada bertanya, Sastra tidak kunjung menjawabnya. Pria itu hanya diam dan terus melajukan motornya. “Katanya cuma ke supermarket,” lanjut Nada. “Mama, kan, nggak tahu—” “Aku sudah minta izin sama ibumu,” sela Sastra meletakkan helmnya di kaca spion. “Makanya kita naik motor, biar cepat.” “Harusnya ngomong juga sama ak—” “Berisik, Nad.” Sastra dengan cepat meraih tangan Nada dan menggamitnya erat. Sedikit memaksa, ketika membawa gadis itu keluar dari area parkir.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN