“Kenapa ... pake sopir?” tanya Nada melihat Frans duduk di belakang kemudi. Sementara itu, Nada dan Sastra saat ini tengah duduk di belakang. Pria itu menyandarkan kepala di jok, tampak lelah. Mungkin, inilah kenapa Sastra membawa sopir Adrian untuk mengemudi. “Capek, ya?” sambung Nada sedikit prihatin. “Capek.” Sastra menoleh. “Ngantuk juga. Makanya aku minta pak Frans yang nyopir.” Yang Nada tahu, Sastra memang tidak berada di kantor seharian ini. Pria itu juga baru datang ketika jam kerja usai dan langsung mengajak Nada pulang. “Harusnya nggak usah ke kantor lagi,” ujar Nada sedikit kesal. “Aku bisa pulang pake ojek.” “Ada pak Frans yang nyetir,” ujar Sastra sambil membuka dasi yang sejak tadi sudah ia longgarkan. Meletakkannya di door pocket, kemudian lanjut membuka jasnya. “Bes

