“Nggak dicabut?” Anggi sontak terkejut, begitu mendengar Sastra mengatakan bahwa gugatan cerainya dan Rizal akan terus diproses. Ia menatap pria itu dengan raut tidak percaya, berharap ada kesalahan dalam ucapannya. “Tapi kenapa?” “Saya tahu Mama terpaksa,” ucap Sastra. Mereka baru selesai makan malam dan sebelum beranjak ke mana-mana, maka Sastra menceritakan perihal pertemuannya dengan Rizal hari itu. “Dan saya harap, Mama nggak perlu lagi memikirkan harta gono gini,” sambungnya sambil meraih tangan Nada dan menggenggam erat. “Jangan pernah khawatir dengan masa depan Mama dan Nada, karena saya akan memastikan kalian tidak kekurangan apa pun.” “Sastra, Mama nggak mau merepotkan.” Anggi menghela napas panjang, tatapannya bergantian berpindah dari Sastra ke Nada. “Biarlah. Cabut saja gu

