“Oke.” Sastra mengiyakan permintaan Nada, untuk tetap bekerja. “Tapi batasnya cuma sampai resepsi. Setelah itu, fokuslah dengan kuliahmu.” Nada mengangguk. “Makasih, Mas.” “Sama-sama,” ujar Sastra bergegas keluar mobil, lalu membukakan pintu untuk Nada. Jelang siang, Sastra memutuskan untuk menginap di hotel daripada tetap tinggal di rumah. Sebelum Milan dan Cairo pulang dari jalan-jalan, ia harus membawa Nada pergi lebih dulu. Sastra tahu betul, kalau dua bocah itu sudah datang, jangan harap ia bisa menikmati waktu berdua dengan istrinya. Terlebih lagi, ketika Sastra sudah menjanjikan Milan boleh menginap dengan Nada keesokan harinya, yaitu hari ini. Tidak .... Kali ini Sastra tidak akan mau mengalah dengan kedua keponakannya itu. “Ayo.” Sastra mengulurkan tangannya pada Nada, lalu

