NDS~14

1291 Kata

“Apa kamu bilang?” Rizal beranjak menghampiri Sastra dan berhenti di depan pria itu. “Dengar—” “Keputusanku sudah bulat,” putus Anggi akhirnya bersuara, setelah membiarkan Rizal dengan asumsinya. “Aku nggak akan tarik gugatan itu dan kita tetap bercerai.” “Ma—” “Papa sudah nggak peduli dengan kepentingan Nada.” Anggi kembali memotong sembari menjalankan kursi rodanya ke arah Rizal. Ia menebak, pria itu tidak ingin bercerai karena ada harta yang nantinya harus dibagi dua. Rizal jelas tidak ingin kehilangan semua hasil jerih payahnya selama ini. “Nggak ngasih uang bulanan dan juga uang kuliah.” “Harusnya Mama ngerti, aku seperti itu karena Nada harus belajar menjaga sikapnya,” ujar Rizal masih membela diri. “Kalau dibiarkan, Nada bisa—” “Kenapa selalu Nada yang disalahkan?” Anggi mulai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN