Pada akhirnya, bulan madu yang sudah direncanakan terpaksa batal. Kondisi Sastra yang masih saja mual dan muntah, membuat Nada tidak punya pilihan selain menunda perjalanan mereka. “Seumur-umur, aku nggak pernah sakit kayak gini,” ujar Sastra sembari mengusap perutnya. “Biasanya, paling cuma sakit kepala. Itu kalau sudah nangani kasus berat. Tapi dipake tidur seharian juga sudah hilang.” “Aak dulu,” pinta Nada lalu menyuapkan bubur ke mulut Sastra. “Mungkin kita bisa cek lab, Mas. Jadi biar tahu, kenapa Mas Sastra mendadak mual-mual. Kadang sampe muntah. Daripada cuma minum obat dokter, tapi nggak ada hasilnya juga.” “Gimana kalau hasilnya ternyata aku sakit parah?” Nada menahan napas. Kalimat Sastra barusan terasa begitu menyesakkan d**a. Ia menatap suaminya lekat-lekat dengan banyak

