NDS~40

1196 Kata

“Katanya mau ngomong, tapi nggak datang-datang,” keluh Nada kembali didera rasa gelisah. Saat ini, hanya tinggal Nada dan Anggi saja yang berada di ruangan. Namun, pria itu belum juga muncul. Apa yang diinginkan Rizal sebenarnya? Jarum jam terus berputar, waktu akad pun akan segera datang. Nada sudah siap dengan kebaya dan riasan sempurna di wajahnya. Namun, pria yang katanya ingin bicara dengan Nada, tidak kunjung memasuki kamar. “Mungkin papamu nggak jadi ke sini,” ujar Anggi. “Nggak usah dipikirkan. Lebih baik fokus dengan pernikahanmu. Sudah siap, kan?” Nada menghela sambil menggeleng. “Aku bingung, Ma.” “Duduk sini,” pinta Anggi menepuk sudut tempat tidur. Sejak tadi, Nada hanya berdiri dan gelisah, menunggu papanya yang tidak kunjung datang. Nada menurut. Kembali membuang nap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN