NDS~41

1524 Kata

“Kenapa Papa harus bikin Mama menderita!” desis Nada pelan. Ia Meminta sedikit waktu bicara dengan Rizal, sebelum pria itu kembali pergi mendekam di tahanan. “Harusnya—” “Karena sedari awal Papa nggak mau cerai dengan mamamu,” sela Rizal ikut memelankan suaranya. “Mamamu yang ngotot cerai, Nad. Sementara Papa cuma mau keluarga kita utuh. Coba kamu pahami pemikiran Papa.” “Apa karena Dina pergi ninggalin Papa, terus Papa jadiin mama tumbal! Begitu?” “Nada.” Rizal menggeleng dan menangkup kedua lengan Nada. Putrinya tidak akan bisa mengelak, karena mereka masih berada di keramaian. Nada harus menjaga nama baik keluarga Wiguna, karena itulah, meski mereka berdebat tetapi senyum itu selalu tersemat di wajahnya. “Sekali lagi Papa bilang, Papa cuma mau keluarga kita tetap utuh. Jangan selalu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN