“Nggak perlu diperpanjang,” ujar Anggi memberi nasihat dengan tenang. “Kamu tahu sendiri kalau Sastra itu sibuk. Kasus yang dikerjakan juga nggak sedikit. Jadi, buruan baikan. Nggak baik diemin suami terus-terusan.” “Salah sendiri.” Nada masih saja kesal dan tidak akan semudah itu memaafkan suaminya. “Masa’ ulang tahun istrinya nggak tahu dan nggak diinget?” “Kan, sudah Mama kasih tahu alasannya.” “Biarin aja.” Nada mencebik. “Biar mas Sastra tahu rasa. Aku, tuh, padahal nggak minta apa-apa. Cuma minta diucapin aja sudah seneng. Itu artinya mas Sastra emang peduli sama istrinya.” “Kalau dia nggak peduli sama kamu, nggak mungkin kamu dikasih fasilitas seperti sekarang.” Menurut Anggi, putrinya masih memiliki sifat kekanak-kanakan. Ia bisa memakluminya, mengingat usia Nada yang baru men

