“Kamu sama Nada lagi ada masalah?” tanya Anggi begitu Sastra baru saja duduk di sampingnya. Saat ini, Nada tengah memberikan kesaksian dalam persidangan Rizal. Sementara giliran Anggi sudah selesai beberapa waktu lalu. Setelah ini, seharusnya giliran Dina. Namun, hingga sekarang, Anggi belum melihat batang hidung wanita itu sama sekali. Sastra mendesah pelan, lalu mengangguk saat menatap Anggi. “Saya nggak tahu, kalau hari ini Nada ulang tahun. Jadi, dia ngambek.” Anggi spontan menutup mulut dengan satu tangan, berusaha menahan tawa. Tubuhnya bergetar pelan, menahan geli yang nyaris meledak. “Saya pernah lihat data diri Nada, tapi saya betul-betul nggak perhatikan masalah tanggal lahirnya,” sambung Sastra lalu mengusap kasar wajahnya. “Makanya, di mobil tadi saya cuma didiamin aja.” A

