NDS~25

1496 Kata

“Nada, rumah ini kecil dan nggak sebesar rumah kita sebelumnya,” ucap Anggi memberi pandangan pada putrinya yang telah “diracuni” oleh perkataan Rizal. “Mau ke belakang atau mau ke depan juga nggak sampe lima menit. Dan semua itu nggak sulit, karena Mama sudah terbiasa hidup di kursi roda selama dua tahun. Mama masih punya dua tangan, Nad. Masih bisa ngapa-ngapain.” Nada menatap mamanya dengan sendu. Meskipun semua ucapan Anggi benar, tetapi tetap saja perkataan Rizal sangat mengganggunya. “Aku takut Mama kenapa-napa,” ucap Nada sambil menekuk kakinya ke atas dan memeluknya. Menatap Anggi yang duduk bersandar pada kepala ranjang. “Misal ada bik Ning, kan—” “Nad, Mama nggak papa,” sela Anggi kembali meyakinkan. “Mama justru lebih bahagia hidup seperti ini, daripada harus balik ke rumah l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN