Suara palu hakim kembali mengetuk, menggema di seluruh ruangan. "Sidang hari ini selesai. Sidang berikutnya akan dilanjutkan pekan depan." Anggi menghela napas pelan, jemarinya mencengkeram lengan kursi roda saat melirik sekilas ke arah Rizal. Pria itu masih duduk di tempatnya, rahangnya mengeras, sementara tangannya mengepal di atas meja. Nada yang sejak tadi duduk diam di bangku belakang segera berdiri dan berjalan menghampiri mamanya. Menatap selidik pada Anggi, yang tetap tenang dan tegar menghadapi semuanya. Sementara itu, Rizal tidak langsung beranjak. Ia menatap hakim yang sudah meninggalkan ruang sidang, barulah ia menghampiri Anggi. "Jadi, kita tetap teruskan persidangan ini?" suaranya terdengar serak, tetapi tetap tegas. Nada menoleh, ingin membalas ucapan papanya, tetapi Ang

