NDS~27

1316 Kata

“Oke, panggil satpam,” ujar Rizal akhirnya mengalah demi bisa bicara dengan Anggi dan Nada. “Nada, telpon pak Sarjo,” titah Anggi kemudian berbalik pergi memasuki rumah. Ia akan menunggu Rizal di dalam dan mempersiapkan diri mendengar bujukan demi bujukan yang akan dilontarkan pria itu. “Hapeku di dalam,” ujar Nada sambil melangkah mundur. “Tunggu sebentar.” Dengan segera Nada berbalik dan masuk ke dalam rumah. Sebelum mengambil ponsel di kamar, Nada berlutut lebih dulu di hadapan Anggi. “Mama yakin mau ngomong sama papa?” tanyanya pelan. “Harusnya tadi diancam aja mau dipanggilin satpam, bukan malah diajak ngobrol.” “Nggak papa,” ujar Anggi mengusap pundak Nada. “Tapi, nanti jangan jauh-jauh dari Mama, karena kamu harus merekam semua obrolan dengan diam-diam. Oke?” “Oh ...” Nada akh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN