Aku kesal dengan Ardito yang malah menuduhku seperti itu. Akhirnya aku memutuskan untuk datang ke rumah peninggalan orangtuaku. Tujuanku cuman satu yaitu bertemu dengan adikku yaitu Kinar. Aku ingin membersihkan namaku yang di tuduh oleh Ardito. Hingga tiba, aku mengetuk pintu rumah ini. Tidak ada yang membuka pintu rumah itu. Akhirnya aku memutuskan untuk menghubungi Dafi. Aku tahu kalau saat ini dia sedang kerja. Semoga saja dia mau mengangkat telpon dariku. Yah semoga saja. Akhirnya aku menghubungi Dafi. "Hallo Kak." "Iya Dafi." jawabku. "Ada apa Kak Amira mengubungi jam segini?" tanya Dafi padaku. Aku tahu jam segini pasti Dimas sedang bekerja, sebenarnya aku juga tidak mau menganggu Dafi, tapi mau bagiamana lagi. Aku harus menghubunginya saat ini karena ada kepentingan yang

