110

1158 Kata

Cyaaarr!! Siska menjerit setelah melempar botol parfum ke kaca meja rias. “Aaarrg!! Sial! Gue bahkan belum berhasil deketin Pak Hang dan udah ketahuan!” ujar Siska dengan wajah frustasi . Sejak kemarin ia selalu mengamuk tak jelas. Sia-sia semua usahanya selama ini. Naik jabatan sudah, tapi tak pernah sedetik pun Tuhan membiarkan pesonanya mempengaruhi suami Amel. Bayangan wanita dengan rupa tak jelas membuat Siska tertawa. Ia membalikan diri lalu melangkahkan kaki menuju ranjang di apartemennya. Untung saja bos stasiun televisi yang menjadi kekasihnya sedang berlibur bersama sang istri sah. Mereka berangkat pagi tadi, jadi Siska bebas. Ia tak harus menerima tahu dan berpura-pura sempurna. Siska duduk di tepian ranjang. Tawa meledak, demi mengejek dirinya sendiri yang selalu saja kalah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN