131

1130 Kata

 “Ayo Papa kita pulang. Mama udah nyerah aja!” Amel menarik lengan Hanggono. Menyeret laki-laki itu agar keluar dari kamar tamu di rumah Ibu mertuanya. “Mama.. Guin (tungguin) Niel Mama... Maamaa!” Niel dibelakang berlari kecil. Pantatnya terlihat bergoyang ke kanan dan kiri akibat beban pampers yang membludak. “Niel kuuttt!” anak itu berteriak agar kedua orang tuanya memperlambat langkah kaki. Resti dan Sukma mendesis ketika Niel melewati tempat persembunyian mereka. “Niel.. Ssstt.. Niel!” panggil Resti dengan desisan yang terselip pada kalimatnya. “Niel!” lagi Resti memanggil sang adik membuat langkah kaki bayi dengan usia dibawah tiga tahun itu menghentikan langkah. Niel menunjuk dirinya sendiri sebelum membalas sapaan kakaknya. “Mbak Yeye!” Alamak! Sukma menepuk kening sedangkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN