132

1367 Kata

“Kamu!” Sukma memanggil salah satu asisten rumah tangga, “tolong bilangin ke Sarah ya kalau saya berangkat duluan ke rumah Hang. Makasih.” Meski bingung sang pembantu tetap menganggukan kepala. Melaksanakan tugas seperti apa yang pemilik gedung tempatnya bekerja perintahkan.  Sukma melangkahkan kaki keluar dari rumahnya. Ia mengernyit saat merasakan aura tak tak baik di sekitarnya. Mata Sukma langsung memicing ketika sebuah mobil yang cukup banyak dimiliki oleh penduduk Indonesia melaju ke arahnya. ‘Saya kayak nggak asing,’ batin Sukma tetap tak mengalihkan tatapannya.  Mobil berhenti tak jauh dari tempat Sukma berdiri. Pintu terbuka menampilkan sosok yang Sukma ketahui sebagai Mama Zeusyu. Wanita itu terlihat sedang menurunkan beberapa barang dari jok tengah sebelum berteriak meminta Ze

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN