123

1103 Kata

“Niel!” “Yummy... Niel uka this ukis.” Niel suka ini kue- Niel mengira jika bulatan dengan diameter dua sentimeter tersebut sebagai cookies. Sangat melenceng sekali mengingat harusnya jajanan yang Niel sebutan harusnya kering. Maklum saja. Buaya Rawa baru menemukan semur jengkol di seumur hidupnya. “E-nyak.” Masih saja. Anak laki-laki satu-satunya Hanggono Tirto tersebut masih memuji makanan ditangan kanannya. “Ma.. Aa..” Ia menyodorkan sisa jengkol ke bibir Sukma. “Yiciyus, Oma. Aaa..” Niel membujuk Sukma. Mengatakan betapa deliciousnya jengkol melalui binar diwajahnya. Amel menggelengkan kepala. Mata Amel berkaca-kaca menatap bayi berwajah bule yang sayangnya memiliki selera makanan di luar nalar. Mana ada anak di usia dibawah lima tahun mengatakan jika jengkol enak?! Unbelievable!!

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN