78

1140 Kata

“Niel, Sayang.. Kita beli es krim yuk ke supermarket?” ajak Amel. Tubuhnya ia tegakan demi bisa mengawasi Niel di pinggiran kolam ikan. Nggak lucu kan kalau sampai bunuh diri gara-gara Raksa aja. “Kesayangan Oma mau apa?! Ayo kita jalan-jalan. Oma beliin semua yang Niel mau.” Normalnya ketika mendengarkan tawaran menggiurkan dari Amel, Niel akan langsung berlari. Menarik sang mama ke mobil yang biasa dikemudikan Darmanto untuk mengantar mereka. Apalagi dengan iming-iming Sukma. Jangan ditanya, mungkin satu Mall akan menjadi milik Nathaniel Rahardian Restian Tirto mengingat anak itu sangat matre. Tapi itu ketika dalam keadaan normal. Saat ini Niel tengah diliputi rasa sedih mendalam. Jadi bujukan seperti apapun hanya akan terdengar seperti hembusan angin di telinga Niel. Kesedihan begit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN