“Manto teyin mah Aca..” – Darmanto anterin ke rumah Raksa. “Apa?! Anter ke rumah Den Raksa?” pekik Darmanto kaget dengan permintaan yang baru saja Niel sebutkan— bibirnya bahkan sampai terbuka lebar. “Apa?!”— tidak hanya Darmanto, Sukma dan Sarah yang berada tak jauh dari mereka ikut memekik. Merasa tak masuk akal dengan permintaan Nathaniel. "Ke rumah Raksa?" Niel mengangguk, "mah Aca," ujarnya lalu sedetik kemudian menggelengkan kepala. "Dak dii.. Nek Ca lak.." — Nggak jadi.. Nenek Raksa galak— wajah Niel meringis membayangkan ibu-ibu berkonde seperti omanya. Sukma, Sarah dan Darmanto bergantian saling pandang, lalu menatap Niel yang kembali melewati pintu penghubung ruang keluarga dengan taman buatan Amel. Tanpa suara mereka mengikuti langkah kaki si kecil. "Maksud Mas terus tad

