Sukmana Tirto tidak pernah salah satu kalipun, termasuk juga dalam hal prediksi. Terlebih menyangkut keadaan yang menimpa menantunya. Di dalam kamar yang harusnya tenang Amel dan Hanggono hanya bisa memperhatikan tingkah ketiga tuyul kecil penghancur ruangan. Mereka saat ini sedang berperang. Saling melempar makanan satu sama lain demi menyelamatkan garis teritorial. “Bom...” teriak Niel sembari melempar nugget yang ia genggam. “Was muaaaa!!” Niel meminta semua orang untuk menyingkir dari jalannya. “Ontok, Papa.. Atiii!!” Montok, Papa.. Matiii!! “Aaa...” Amel dan Hanggono membiarkan tubuh mereka jatuh lalu bersandar pada kepala sofa. Mereka mengikuti instruksi Niel meski tak terpejam. Salah satu diantara mereka lantas bangkit. “Ku menangiiiiss...” nyanyinya dramatis membuat ketiga tu

