147

1136 Kata

“Suami kamu kenapa Mel?” tanya Sukma penasaran. “Ibu tadi lihat dia asem banget muka.” Melalui ekor mata, Sukma mengarahkan Amel pada sosok yang saat ini sedang menaiki tangga rumah.                 Amel terkekeh sembari melihat punggung Hanggono. “Biasa Buk. Ibu kayak nggak tahu aja Mas Hang gimana. Laki ngambek terus ketahuan aktingnya.” Adu Amel menceritakan apa yang menimpa dirinya dan putra wanita itu.                 Sukma tentu saja hanya bisa menggelengkan kepala. Hubungan antara Anak dan menantunya memang luar biasa. Mereka terkesan seperti para remaja anyaran. Hal itu mungkin disebabkan oleh usia Amel yang memang terpaut cukup jauh dengan Hanggono. Bukan masalah besar karena keduanya selalu menemukan cara untuk menyelesaikan segala problema yang datang.                 “Bawain

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN