146

1124 Kata

Amel terbangun. Matanya mengerjap beberapa kali sebelum terbuka sempurna. "Engh.." Tubuh ibu muda itu menggeliat. Senyumnya tiba-tiba  mengembang mengingat malam tadi ia tidur tanpa gangguan. "Hehe.. Enaknya nggak ada yang gangguin tengah malem buat minta usap-usap." Kekeh Amel mencibir kelakuan putra satu-satunya. Krek.. Bunyi regangan tulang-tulang membuat Amel merasa puas. Ada kebahagiaan tersendiri ketika tulang-tulangnya mengeluarkan suara kala ia meregangkan tubuh. “Mantap jiwa.” ujar Amel lalu melakukan hal yang sama pada kepalanya. Ia lantas bangkit dari posisi tidur. Melihat sekeliling ruangan yang masih temaram sebelum bergerak turun dan masuk ke dalam kamar mandi. “Kangen bangen keadaan gini..” Amel membasuh wajah. Ia membayangkan masa muda tanpa kehadiran suami dan anak yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN