“Setelah ini akan menjadi bagian keluarga kami, Nyonya Tirto.” Ujar Marchellino di depan pintu utama kontrakan Hasan. Laki-laki itu melipat tangannya di depan d**a. Meminta beberapa orang masuk ke dalam, “pisahkan dua manusia menjijikan itu.. Bawa keluar dari pintu belakang.” titahnya dengan tetap menatap Amel. Amel menganggukkan kepala. Toh ia tak mau ambil pusing akan diapakan Hasan. Setelah ini ia tak memiliki hubungan apapun. Urusan mereka telah selesai. Katakan Amel kejam. Jiwa suaminya telah mengalir, seolah terbagi dalam dirinya. “Terimakasih Pak, El.. Senang bisa bertemu Bapak secara langsung. Salam untuk Ibu Angelica. Saya suka filmnya.” Setelah memberikan pujian pada istri Marchellino, Amel berlalu pergi. Wanita itu cukup terkejut ketika menemukan Handoko di tengah pintu mobil

