74

1156 Kata

Victor Ardiansyah berdiri kaku. Ia menyaksikan interaksi Amel dan Hasan sejak awal. Ia juga yang membawa Amel datang, mengantarkan wanita itu ke istana megah milik kakak sepupu papinya demi bisa menemui sosok yang mama tiri Resti cari. "Apa rasa sukamu sebesar cinta laki-laki itu, Victor?" tanya Marchellino yang dibalas gelengan kepala oleh Victor.  "Kamu merasa sanggup jika menjadi dia?!" — lagi kepala itu menggeleng lemah dengan kedua mata masih memperhatikan komunikasi Amel dan Hasan. Mereka terlihat sangat menyedihkan hanya karena cinta.  "Sure.. Jadi kamu tahu apa yang harus dilakukan untuk kedepannya. Go ahead!" Dibalik sikap dingin dan kejamnya, Marchellino merupakan laki-laki hangat— terlebih ketika putra pertamanya lahir ke dunia. Saat ini Victor sedang merasakan kehangatan di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN