Hasan menghilang... Resti sama sekali tak menemukan jejak laki-laki itu. Bahkan pesan pun tak Resti dapatkan dari sosok yang masih mengisi hatinya. Banyak hal mengusik pikiran Resti. Tapi tetap saja, ia memiliki keyakinan diri jika keluarga besar Victor tak mungkin menghabisi Hasan. Sejauh ini yang Hasan lakukan hanya beberapa kali tindak penyerangan pada kerabat mereka, itu pun tak parah. Victor dan Vincent tak menderita luka serius selain lebam. Berbeda dengan dirinya yang menderita luka batin akibat pengkhianatan Hasan. “Kamu baik-baik aja kan, San?” lirih Resti sembari mencengkram pinggiran treadmill. “Mereka nggak nyakitin kamu kan?!” Resti menggigit bibirnya. Ia lelah. Jujur saja, olahraga hanya alat untuk Resti membunuh sepi. Ia selama ini terbiasa dengan keberadaan Hasan. Pes

