“Wus.. Wus.. Ih!” Rengek Niel membuat Hasan dibalik helmet-nya menyerngit. Ia tak paham dengan kemauan adik kesayangan Resti ini. Ya.. Si penculik yang berani membawa kabur Niel padahal di sana ada Hanggono Tirto sang ayah adalah Hasan Sadikin. Kekasih dari kakak anak itu. “Can.. Wuss..” (Hasan.. Wuss) Deg!! Hasan tersentak. Ia lalu mengurangi kecepatan untuk memastikan satu hal. “Wus.. Acan.. Wus!” “Kamu tahu aku?” Hasan semakin memperlambat laju sepeda motor yang ia kemudikan. Niel memang kerap kali memanggil dirinya Can— diambil dari panggilan yang sering Resti gunakan. “Can.. Wus!” entah tahu dari mana, tiba-tiba saja tangan kanan Niel memutar gas hingga motor melaju kembali kencang. Lebih dari kecepatan yang tadi Hasan gunakan lebih tepatnya. “Yee... Wus..” kini Hasan tahu j

