64

1121 Kata

“Apa yang mau kamu lakuin ke anak saya, Hah?!” hardik Hang. Ia menarik lengan Resti agar merapat pada tubuhnya. Arsen Ardiansyah terkikik dibelakang ketiganya. Suruh siapa mereka seolah lupa daratan. Baru juga cinta-cintaan, tapi bergaya seperti telah menyewa satu dunia. Mereka belum tahu bagaimana beratnya membeli berlian untuk istri di saat sang mama menginginkan usaha salon terbaru. Cih! Arsen beritahu. Kencing dengan tytyd lurus saja belum membuat anak muda seperti Victor bisa menghidupi Resti. “Beruntung kamu Boy!” gumam Arsen, membiarkan dua anak Adam itu melenggang tanpa menyapa dirinya. Hanggono menghembuskan nafas. Sepertinya Resti memang benar-benar sedang marah besar. Keberadaannya di ruang keluarga Arsen Ardiansyah bahkan terlihat tak kasat mata. Tahu jika ia tak akan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN