Mata Amel dan Hanggono membulat. Keduanya melihat punggung Resti bergerak naik turun dari kejauhan. Belum lagi posisi sang putri duduk membelakangi mereka. “Astaga Resti! Apa yang kamu lakuin?!” bentak Hanggono membuat Resti turun dengan mimik wajah ketakutan. Putri kedua Hanggono tersebut menggigit bibir bawahnya. Menautkan jemari. “Mbak… Hasan kamu apain?” Amel maju beberapa langkah demi bisa melihat sosok yang berada di belakang Resti. Ia membekap bibir sembari menatap tak percaya pada putrinya sendiri, “kamu habis apain Hasan sampai dia mimisan gitu Mbak?” “Mah lihat celananya. Udah turun apa belum!” Plak!! Perintah Hanggono tersebut langsung mendapatkan pukulan dari Amel. “Nggak gitu juga, Mas,” desis Amel memperingatkan. Memang benar Resti ingin memper*kosa Hasan, tapi me

