97

1198 Kata

Rumah kembali ramai pada pagi hari. Hal ini disebabkan adanya enam anggota tambahan yang mengisi kursi di ruang makan Amel. Wanita itu jadi senang sendiri melihat keluarganya berkumpul. Berbeda dengan Hanggono dan Bumi yang justru memiliki perasaan berbeda pagi ini. Mereka kesal karena adanya Alex dan Hasan. Perasaan terancam singgah tanpa bisa dicegah oleh keduanya.  “Makan yang banyak Lex. Kayaknya makin kesini, kamu makin kurusan deh." Bumi langsung melirik tajam sumber suara yang memperhatikan Alex. Perasaan Bumi manusia yang Rara sebutkan tersebut terlihat sama saja. Pipi laki-laki itu bahkan tak menirus. Rahangnya masih kokoh.  “Ehem.. Bu.. Bapak mau tambah tumis hatinya..” Bumi mengulurkan piring berisikan nasi dan lauk pauknya pada Rara, membuat Amel memunculkan ekspresi jenaka.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN