Sukmana Tirto.. Ibunda Hanggono ini terbangun saat merasakan hembusan angin menerpa wajahnya. Ia bergegas menuruni ranjang. Berbekal lampu tidur, Sukma menggerakan kaki menuju tombol saklar. Menyalakan penerangan utama kamarnya. “Ono opo iki!,” gerutu Sukma, bermonolog tentang ada apa gerangan hingga membuatnya terbangun dalam bahasa jawa. Ia selalu saja reflek ketika hal buruk mungkin saja akan menimpa. Sejak dirinya muda, Sukma memang menjadi sosok penangkal. Dari jauh ia akan melindungi siapa saja yang masih dalam garis keturunannya. Sukma melangkahkan kaki menuju balkon di kamarnya. Ia melihat sebuah cahaya keunguan bergerak mendekati rumah sang putra. Dugaannya benar. Karena jika itu tak menyangkut perihal hal-hal klenik, Sukma tak akan mungkin bangun secara mendadak. “Ck! Sopo [si

