"KAMU PIKIR DI JAKARTA YANG PUNYA MOBIL MEWAH HANYA SAYA AJA HANDOKO?!", tanya Hanggono dengan nada super keras. "Eh, nggak ya Pak?!" Menggunakan wajah super polos Handono justru menjawab pertanyaan sang atasan dengan tanya juga. "Kam.." Amukan Hang yang baru akan melayang, terhenti oleh kalimat Amel. 'Amin!', Mendengar pengaminan itu tentu saja dirinya langsung mengajukan protes pada sang istri. "Kok kamu malah Amin sih, Yang?!" "Loh doa baik, Mas." Seru Amel. Mana mungkin dirinya tidak mengaminkan coba. "Kamu lagi didoain jadi satu-satunya manusia kaya di Jakarta. Gimana aku mau nggak amin?!" Benar juga?!, batin Hanggono. "Wah.. Jadi semua orang kaya Jakarta bakalan miskin Mas." Sejenak Amel terlihat berpikir, hingga celetukannya membuat Hanggono menjadi bahagia, "termasuk kelu

