Surat Pengunduran Diri Amel mengetukkan jari telunjuk ke atas meja. Wanita yang telah melahirkan penerus untuk keluarga Tirto itu kembali melirik surat pengunduran diri milik asisten pribadinya. “Ini maksudnya apa?!” tanya Amel mengalihkan atensi dari surat pengunduran diri Siska kepada Handoko si kurir jasa resign. “Kamu ketemu sama anak ini dimana?” Hembusan nafas terdengar sangat jelas dari lubang hidung Amel. Kepalanya tiba-tiba saja berdenyut memikirkan kelakuan aneh Siska. Bagaimana bisa wanita itu mengundurkan diri tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Mereka sedang menghadapi proyek besar dan tentu saja Amel kesal karena hal lain. Hubungan keduanya tak hanya sebatas keprofesionalitasan antara atasan dan bawahan semata. Tapi juga rekanan di masa-masa sulit. Amel da

