106

1026 Kata

"Dasar perebut suami orang!", sembur Resti sembari menatap Lidya. Putri kedua Amel tersebut melangkahkan kaki untuk mendekati sang oma. "Oma, Resti nggak suka kalau Oma baik-baik sama pelakornya Mama." ujar Resti ketika berada di samping Sukma.   "Dasar pelakor!" Ulang Resti kali ini sambil menunjuk wajah Lidya terang-terangan.   Sukma menarik dan menghembuskan nafas secara perlahan. Wanita dengan usia di atas kepala enam tersebut menyandarkan diri di kepala kursi. Untung saja Amel begitu peka. Sesuai namanya, ‘Oma’, kursi yang Amel pilih didesain khusus hingga sangat pas untuk para nenek-nenek berkonde seperti dirinya.    “Mbak Resti. Coba Mbak duduk dulu ya.” Sukma menunjuk      kursi kosong di mejanya. Dibantu oleh Siska- asisten sang menantu, Sukma akhirnya melihat cucu perempuan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN