Pantang menyerah mungkin adalah julukan paling tepat yang pantas diberikan untuk Lidya. Sebagai sahabat Hang wanita itu benar-benar menjalankan niatnya. Ia menghampiri Sukma ke salon langganan mantan calon mertua di masa Sekolah Menengah Atas-nya. Lidya benar-benar sangat gigih. Sebelum benar-benar sampai di daerah bilangan Jakarta Selatan, ia sempat membombardir Sarah dengan panggilan-panggilan maut. Setelah menunggu satu jam lamanya barulah Lidya dapat menemui Sukma. "Tante udah selesai?" todong Lidya ketika ketiganya berpapasan di pintu salon. Sekilas jika diperhatikan tidak ada yang merubah. Penampilan Sukma masih sama saja. Rambut tersanggul rapi meski tanpa konde dan tusukannya. "Masuk lagi aja Tan. Kita nyalon lagi," ajak Lidya. Sukma tentu langsung menggelengkan kepala. Ia me

