167

1096 Kata

 “Saya berencana mau buatkan kamu rumah. Di deket bangunan punya saya. Mau?” “Bu Amel sama Pak Hangnya nggak jadi cerai, Bu?” Sukma dan Sarah langsung menegakkan tubuh. Mereka menghembuskan nafas secara bersamaan. Keduanya lupa jika makhluk satu ini- si bintang utama, Handoko- merupakan manusia terunik. Bagi Handoko mungkin jika ada yang sulit kenapa harus memberikan kemudahan. See.. Pertanyaan dibalas pertanyaan. Bukan jawaban! Untung saja Handoko setia pada Amel jika tidak mungkin Sukma tak lagi bisa menahan keinginan untuk menendang laki-laki itu. “Pak Handoko.. Bu Sukma tadi hanya mengetes saja. Kan tadi Ibu bilang juga seandainya, Pak.” Sarah maju. Ia tahu jika atasannya sudah menahan kesal. Hari yang tadinya akan digunakan untuk bersantai ternyata harus terkontaminasi dengan kepo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN