Sukma menghabiskan harinya dengan bersantai. Ia sengaja tidak berkunjung ke rumah sakit. Cucu dan Cicitnya sebentar sore nanti sudah diperbolehkan untuk pulang. Seperti pesannya pada Hanggono, Sukma tidak ingin diganggu. Ia harus menghemat tenaga. “Semalam kamu sudah hubungi Sayu, Sar?” tanya Sukma tanpa perlu repot-repot mengalihkan tatapannya dari layar ponsel. Jari tangan Sarah berhenti membalikan majalah. Gadis yang semalaman suntuk menangis di kamarnya karena Sukma itu menganggukkan kepala. “Sudah Bu.” Jawab Sarah. Sarah tak lupa memberikan senyum meski Sukma tak memperhatikannya saat ini. Sarah sedang mencoba menutupi kesedihannya. “Si Dayu jawab apa terus?” “Baru dibalas pagi tad Bu. Dayu mengatakan jika suami Bu Rara sudah mendengar kabar lelayu tersebut.” “Jadi Bumi akan perg

