Amel duduk di sofa biasanya. Ia merasa ada yang kurang, tapi apa?! Air terjun?! Ada. Pemandangan kolam dengan banyak ikan warna-warni?! Ada. Lantas apa lagi yang kurang?! Ah! Amel mengetukkan jari ke atas meja. Ia melihat Handoko yang hanya duduk sembari menangkupkan telapak tangan. Seolah si kecil sedang menunggu mamanya untuk mengatakan, ‘ayo makan Sayang,’. Astaga! Amel benar-benar tak habis pikir dengan kepolosan yang merujuk tingkah menyebalkan sang asisten. Tak.. Tak.. Tak.. Amel kembali mengetukkan jarinya ke atas meja. “Han.. Handoko!” panggil Amel hingga menyadarkan diri asistennya dari bayang-bayang kelezatan mie di dalam kantong plastik. Kepala Amel bergerak ke arah kanan. Memberi kode agar Handoko bangkit. Memang dasarnya si asisten manusia kurang peka dan butuh arahan

