Arhan tiba-tiba jatuh sakit. “Kenapa sampai nggak makan, sih?” Kayra menatap kasihan ke arah lelaki yang tengah duduk di bangkar, di salah satu rumah UGD. Wajahnya pucat, karena sempat beberapa kali muntah dan suhu tubuhnya diatas normal. Satu tangannya memegang kening Arhan, “Sampai demam begini.” Karena kondisinya yang terlihat lemah, Kayra membawanya ke rumah sakit terdekat untuk segera mendapatkan pertolongan. “Masih pusing?” tanya Kayra lagi, memastikan. Arhan menganggukkan kepalanya secara perlahan dengan kedua matanya tertutup. “Tunggu sebentar ya, perawat lagi siapin kamar untuk kamu.” Sekitar pukul enam pagi Kayra membawa suaminya ke rumah sakit, Arhan mengalami muntah-muntah, demam sampai nyaris tidak sadarkan diri. Kondisi terparah yang pernah terjadi pada lelaki itu s

