“Terimakasih untuk kadonya, Oma sangat suka. Tapi, lain kali jangan belikan Oma hadiah yang mahal. Berikan hadiah mahal itu untuk istrimu.” Arhan menoleh ke arah istrinya, dengan satu tangan dipegang erat oleh Oma. “Oma senang, kamu menyempatkan waktu datang.” lanjutnya. Raut kebahagiaan terlihat jelas di wajah Oma. Senyum lembut dan penuh kasih itu memang tidak pernah luntur sejak dulu, bagaimanapun keadaan Arhan, Oma tidak pernah menghakiminya. “Oma sangat suka sekali, tapi ini terlalu mahal.” Oma mengangkat satu tangannya, menunjukkan gelang emas bertahtakan berlian yang sangat cantik. Namun Arhan tidak merasa pernah membelikan gelang itu untuk Oma. Ia menoleh ke arah Kayra dengan tatapan bingung, tapi wanita itu hanya tersenyum manis seolah tidak terjadi apapun. “Dengan datang d

