Ziya merentangkan tangannya, dia minta digendong ibunya setelah ayahnya pergi ke kantor lagi. Bibah menggendongnya, lalu menciumi pipi Ziya. “Bu, Ziya kan punya dua ibu, kenapa tidak punya dua ayah?” tanya Ziya. Bibah mengernyitkan dahinya, begitu anak kecil, Bibah sudah menjelaskan panjang kali lebar pada Ziya, tetap saja Ziya tanya seperti itu. Mungkin dia ingin ibunya memiliki pendamping hidup seperti ayahnya yang sudah memiliki istri lagi. “Kan Ziya sudah pernah tanya ini, Sayang? Kok tanya lagi?” jawab Bibah. “Oh iya, Ziya lupa,” ucapnya. “Ziya pengin punya dua ayah,” imbuhnya. “Kok gitu?” “Iya, kan sudah ada bunda dan ibu, masa ayah sendirian?” jawab Ziya. “Ayah Ziya itu ya Cuma satu ayah, ibunya Ziya juga Cuma ibu, tapi karena ayah menikah lagi sama bunda, jadinya Ziya punya