CSL BAB 64 - Hujan Membawa Rindu

1248 Kata

Bibah sampai di rumahnya, dia tidak menyangka akan bertemu dengan Fahri lagi selama kurang lebih dua tahun tidak bertemu dengan Fahri. Tangannya bergetar hebat, jantungnya berdetak cepat, dan entah apa lagi yang sekarang bibah rasakan. Ia seperti baru saja melihat seseorang yang telah lama di rindukan dirinya. Tapi, entah ini rindu atau rasa takut bertemu dengan Fahri lagi. Bibah mendudukkan dirinya di tepi ranjang. Ia langsung masuk ke dalam kamarnya, sedangkan Ziya masih di luar dengan kakungnya. “Aku tidak salah lihat, kan? Tadi benar dia itu Fahri? Iyalah Fahri mau siapa lagi sih, Bibah?” ucap Bibah dalam hati. Bibah masih merasakan detak jantungnya yang berantakan. Ia tidak bisa memungkiri, kalau ia pun selama dua tahun kadang merindukan Fahri. Baru semalam ia kembali teringat Fahri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN