“Halo, Bella ... apa kabar?” Rania menyapa dengan senyum hangatnya. Bella hanya membalas dengan senyum tipisnya. Dia kembali tidak menduga bila akan disambut hangat oleh wanita itu, yang tidak lain adalah ibu dari suaminya. Setelah mendengar kisah yang diceritakan oleh Andreas tadi malam, dia pikir akan mendapat perlakuan buruk dari keluarga suaminya. Rania yang melihat gesture istri putranya yang tampak kaku, melangkah mendekati Bella dan menyentuh pundaknya lembut. “Bella semua akan baik-baik saja, tidak akan ada yang menyakitimu di sini," ucap Rania dengan suaranya yang terdengar sangat keibuan. Bella mengangguk pelan dan memaksakan senyumnya terbit di wajahnya. Bagaimana pun juga dia harus bersikap ramah, meskipun keluarga Andreas pastinya tahu pernikahan mereka adalah sebuah sa